ADA BEBERAPA PERAN GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN
PROFIL DAN SEJARAH SINGKAT SDN PANDULANGAN
SDN PANDULANGAN BERADA PADA POSISI
Lintang -2.4169
Bujur 115.2851


| SDN PANDULANGAN | |
|---|---|
| Informasi | |
| Jenis | Negeri |
| Rentang kelas | I,II,III,IV,V,VI |
| Alamat | |
| Lokasi | , HSU, |
| Moto | |
Daftar isi
[sembunyikan]Profil sekolah
| Nama Sekolah | SD NEGERI PANDULANGAN |
| Alamat Sekolah | JL.Danau Terati Desa Pandulangan |
| NSS/NPSN | 30302435 |
| Status Sekolah | Negeri |
| Berdiri | Tahun 1983 |
| Sertifikasi Mutu | - |
| Akreditasi | B |
Kondisi sekolah
| Letak Sekolah | Pedesaan |
| Luas Tanah Seluruhnya | 1458 m2 |
| Luas Bangunan | 695 m2 |
| Luas Lapangan OR | - m2 |
| Luas Halaman/Taman | - m2 |
| 4 Luas Kebun | - m2 |
| Luas Hutan Sekolah | - m2 |
Sejarah
Kronologi kepejabatan kepala sekolah
| Nama kepsek | Menjabat |
|---|---|
| - | 1983 – 1998 |
| Maskuni | 1999 – 2007 |
| Zulkifli | 2007 – 2010 |
| M.Noor. | 2011 |
| Hj.Salabiyah | 2011-2013 |
| Hj.Usmawati,S.Pd | 2013 - Sekarang |
ACARA KENAIKAN KELAS DAN PERPISAHAN
Acara ini setiap Tahun dilaksanakan, yg diikuti oleh Siswa/siswi/orang Tua murid/Kepala Desa/Tokoh Masyarakat, Komite Sekolah, Dewan Guru, dan Juga Dari UPT PENDIDIKAN KECAMATAN BANJANG
KONDISI RUANGAN DAN PRASARANA YANG SANGAT MEMPERIHATINKAN
Kondisi ruangan yang sangat memperihatinkan ini disebabkan karena Prasaran yg sudah Sangat lama/bisa dikatakan kurang layak Pakai, selain itu lingkungan sekolah yg dekat dengan Pepohonan dan Perkebunan Masyarakat sehingga terkadang Binatang liar seperti Monyet Sering memasuki Ruangan sekolah disaat sekolah sedang libur bahkan disaat pembelajaran berlangsung.
SDN PANDULANGAN masih sangat minim sarana, Terutama Alat Peraga yg bisa dikatakan masih menggunakan alat peraga Lama, Bangku dan Kursi yg sebagian Rusak berat,Lapangan Sekolah yg tidak bisa digunakan baik Untuk Upacara Bendera/maupun olahraga, hal ini disebbkan Lahan yg dimiliki sering tergenang banjir.
STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SDN PANDULANGAN
SURIATI,S.Pd SUGENG WIJAYA,S.Pd.i
GURU KELAS 3 GURU KELAS 4
Hj.NETTA HERLINDA,S.Pd.SD BAHRUNI,S.Pd.SD
GURU KELAS 5 GURU KELAS 6
ATIKAH,S.Pd.SD NOVIA ARIEF,S.Pd
Denah SDN Pandulangan
SDN PANDULANGAN MEMILIKI LUAS TANAH SELUAS 1456 M°
Adapun Ukuran setiap Ruang sebagai Rincian berikut ini :
RUANG KELAS 1 = 7x8 M / 56
RUANG KELAS 2 = 7x8 M / 56
RUANG KELAS 3 = 7x8 M / 56
RUANG KELAS 4 = 7x8 M / 56
RUANG KELAS 5 = 7x8 M / 56
RUANG KELAS 6 = 7x8 M / 56
Ruang Perpustakan = 7x7 M/49
Ruang Guru = 7x8 M/56
Untuk Dapur/Wc/Parkir = 6x6 M/56
Untuk Titian 1,6 x 160M = 288
Letak dan Posisi SDN PANDULANGAN BERADA AGAK JAUH DARI PINGGIR JALAN RAYA/UMUM, DIANTARA PEPOHONAN DAN SAWAH WARGA, WALAUPUN DEMIKIAN NAMUN AKSES JALAN MASIH BISA MENDUKUNG UNTUK KESEKOLAH, WALAUPUN TERKADANG SERING BANJIR, KARENA SERINGNYA BANJIR MAKA LAPANGAN OLAHRAGA UNTUK ANAK BERMAIN / BEROLAHRAGA SERING TIDAK BISA DIGUNAKAN.
LINGKUNGAN SEKOLAH
Pengertian Lingkungan Sekolah Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar dalam Lingkungan Sekolah
Menurut Slameto (2003:64) faktor-faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup :
a. Metode mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar. Metode mengajar dapat mempengaruhi belajar siswa. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Agar siswa dapat belajar dengan baik,maka metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien dan efektif mungkin.
b. Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Kurikulum yang kurang baik akan berpengaruh tidak baik pula terhadap belajar.
c. Relasi guru dengan siswa
Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Proses ini dipengaruhi oleh relasi didalam proses tersebut. Relasi guru dengan siswa baik, membuat siswa akan menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya.Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa dengan baik menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar.
d. Relasi siswa dengan siswa
Siswa yang mempunyai sifat kurang menyenangkan, rendah diri atau mengalami tekanan batin akan diasingkan dalam kelompoknya. Jika hal ini semakin parah, akan berakibat terganggunya belajar. Siswa tersebut akan malas untuk sekolah dengan berbagai macam alasan yang tidak-tidak. Jika terjadi demikian, siswa tersebut memerlukan bimbingan dan penyuluhan. Menciptakan relasi yang baik antar siswa akan memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa.
e. Disiplin sekolah
Kedisiplinan sekolah erat kaitannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan belajar.Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar, pegawai sekolah dalam bekerja, kepala sekolah dalam mengelola sekolah, dan BP dalam memberikan layanan.
f. Alat pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat pelajaran tersebut dipakai siswa untuk menerima bahan pelajaran dan dipakai guru waktu mengajar. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan mempercepat penerimaan bahan pelajaran. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, belajar akan lebih giat dan lebih maju. Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap sangat dibutuhkan guna memperlancar kegiatan belajar-mengajar.
g. Waktu sekolah
Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar disekolah. Waktu sekolah akan mempengaruhi belajar siswa. Memilih waktu sekolah yang tepat akan memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar. Sekolah dipagi hari adalah adalah waktu yang paling tepat dimana pada saat itu pikiran masih segar dan kondisi jasmani masih baik.
Dari uraian di atas, indikator-indikator dalam lingkungan sekolah adalah :
- disiplin sekolah
- relasi guru dengan siswa
- relasi siswa dengan siswa
- fasilitas sekolah
KEGIATAN KEAGAMAAN DI SEKOLAH DASAR SDN PANDULANGAN
Sekolah melakukan pembinaan pendidikan untuk peserta didiknya didasarkan pada kepercayaan dan tuntutan lingkungan keluarga dan masyarakat yang tidak mampu atau tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan pendidikan di lingkungan masing-masing, oleh karena berbagai keterbatasan para orang tua anak.
Sebagai lembaga pendidikan formal, secara umum, sekolah memiliki tiga tanggung jawab yang mendasar, yaitu :
- Tanggung jawab formal, di mana kelembagaan formal kependidikan sesuai dengan fungsi, tugas, dan tujuan yang hendak dicapainya. Misalnya, pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah. Demikian pula pendidikan menengah, diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja.
- Tanggung jawab keilmuan, yaitu tanggung jawab berdasarkan bentuk, isi dan tujuan, serta tingkat pendidikan yang dipercayakan masyarakat kepadanya.
- Tanggung jawab fungsional, yaitu bentuk tanggung jawab yang diterima sebagai pengelola fungsional dalam melaksanakan pendidikan oleh para pendidik yang diserahi kepercayaan dan tanggung jawab melaksanakannya berdasarkan ketentuan yang berlaku sebagai pelimpahan wewenang dan kepercayaan serta tanggung jawab yang diberikan oleh orang tua peserta didik. Pelaksanaan tugas tanggung jawab yang dilakukan oleh para pendidik profesional ini didasarkan atas program yang telah terstruktur yang tertuang dalam kurikulum.
Di antara kegiatan-kegiatan terprogram yang diselenggarakan oleh sekolah dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswanya adalah program kegiatan ekstrakurikuler, baik yang sama sekali tidak terkait dengan mata pelajaran maupun yang masih memiliki kaitan dengan mata pelajaran tertentu. Program kegiatan ekstrakurikuler pada mata pelajaran tertentu yang diselenggarakan sekolah lebih sering untuk mata pelajaran ilmu-ilmu eksakta dan bahasa, seperti matematika, fisika, kimia, dan bahasa Inggris. Sementara, mata pelajaran lain sering diabaikan termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Padahal, bidang studi Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi siswa serta wujud pelaksanaan tanggung jawab sekolah terhadap orang tua yang mempercayakan penanaman nilai-nilai agama anak kepada sekolah, terlebih alokasi waktu untuk bidang studi Pendidikan Agama Islam yang sangat minim, yaitu hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu atau ± 90 menit dalam seminggu.
1. Manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa :
- Untuk memberikan kesempatan bagi pemantapan ketertarikan yang telah tertanam serta pembangunan ketertarikan yang baru.
- Untuk memeberikan pendidikan sosial melalui pengalaman dan pengamatan, terutama dalam hal perilaku kepemimpinan, persahabatan, kerjasama, dan kemandirian.
- Untuk membangun semangat dan mentalitas bersekolah.
- Untuk memberikan kepuasan bagi perkembangan jiwa anak atau pemuda.
- Untuk mendorong pembangunan jiwa dan moralitas.
- Untuk menguatkan kekuatan mental dan jiwa siswa.
- Untuk memberikan kesempatan bergaul bagi siswa.
- Untuk memperluas interaksi siswa.
- Untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam melatih kapasitas kreativitas mereka lebih mendalam.
- Manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi pengembangan kurikulum :
- Untuk memberikan tambahan pengayaan pengalaman di kelas.
- Untuk mengeksplorasi pengalaman belajar yang baru yang mungkin menunjung kurikulum.
- Untuk memberikan tambahan kesempatan dalam bimbingan kelompok ataupun individu.
- Untuk memberikan motivasi dalam proses pembelajaran di kelas.
- Untuk mempromosikan sekolah yang lebih baik dan hubungan masyarakat.
- Untuk meningkatkan ketertarikan yang besar pada masyarakat dan dorongan mereka kepada sekolah.
- Untuk membantu perkembangan kerjasama kelompok yang lebih efektif antara personel dan penanggung jawab akademis siswa.
- Untuk mengintegrasikan lebih dekat beberapa devisi di sekolah.
- Untuk menyediakan sedikit peluang yang dirancang untuk membantu siswa dalam memanfaatkan situasi guna memecahkan masalah yang dihadapi.
- Semua murid, guru, dan personel administrasi hendaknya ikut serta dalam usaha meningkatkan program.
- Kerjasama dalam tim adalah fundamental.
- Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan.
- Proses adalah lebih penting daripada hasil.
- Program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang dapat memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa.
- Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
- Program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-nilai pendidikan di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya.
- Kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber-sumber motivasi yang kaya bagi pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.
- Kegiatan ekstrakurikuler ini hendaknya dipandang sebagai integral dari kesekuruhan program pendidikan di sekolah, tidak sekedar tambahan atau sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.
- Materi kegiatan yang dapat memberikan pengayaan bagi siswa.
- Sejauh mana mungkin tidak terlalu membebani siswa.
- Memanfaatkan potensi alam lingkungan.
- Memanfaatkan kegiatan-kegiatan industri dan dunia usaha.
Begitu banyak fungsi dan makna kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Hal ini akan terwujud, manakala pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan sebaik-baiknya khususnya pengaturan siswa, peningkatan disiplin siswa dan semua petugas. Biasanya mengatur siswa di luar jam-jam pelajaran lebih sulit dari mengatur mereka di dalam kelas. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler melibatkan banyak pihak, memerlukan peningkatan administrasi yang lebih tinggi.Dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler guru terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Keterlibatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengarahan dan pembinaan juga menjaga agar kegiatan tersebut tidak mengganggu atau merugikan aktivitas akademis. Yang dimaksud dengan pembina ekstrakurikuler adalah guru atau petugas khusus yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk membina kegiatan ekstrakurikuler
Sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Departemen Pendidikan Nasional tentang kegiatan ekstrakurikuler dapatlah didefinisikan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam sebagai kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari oleh siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam.
Dengan demikian, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan sekolah bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan kurikuler Pendidikan Agama Islam yang mencakup 7 pokok bahan pelajaran, yaitu:
a. Keimanan.
b. Ibadah.
c. Al Qur'an.
d. Akhlak.
e. Muamalah.
f. Syariah.g. tarikh
- Kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki kaitan dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam. Dalam hal ini, kegiatan ekstrakurikuler tersebut diarahkan kepada kegiatan pengayaan dan penguatan terhadap materi-materi pembahasan dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam, seperti program kegiatan ekstrakurikuler membaca al-Qur’an (kursus membaca al-Qur’an). Kegiatan ini sangat penting “mengingat kemampuan membaca al-Qur’an merupakan langkah awal pendalaman dan pengakraban Islam lebih lanjut
- Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak memiliki kaitan dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam. Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut dapat berupa:
- Kesenian, Kesenian sebagai kegiatan ekstrakurikuler Pendidiakn Agama Islam bisa berupa seni baca al-Qur’an, qasidah, kaligrafi, dan sebagainya. Di samping memberikan keterampilan kepada siswa, seni seperti dinyatakan oleh Wardi Bachtiar, bisa membangun sesuatu perasaan keagamaan atau mengganti perasaan yang telah melekat dengan perasaan yang baru.
- Pesantren Kilat, Pesantren kilat adalah “kajian dasar Islam dalam jangka waktu tertentu antara 2-5 hari tergatung situasi dankondisi. Kegiatan ini dapat diadakan di dalam atau di luar kota asalkan situasinya tenang, cukup luas, dapat menginap dan fasilitas memadai”.
- Tafakur Alam, Tafakur alam adalah “kegiatan yang bertujuan untuk menyegarkan kembali jiwa yang penat sambil menghayati kebesaran penciptaan Allah s.w.t. dan menguatkan ukhuwah. Biasanya berlangsung 1-3 hari dan diadakan di luar kota: pegunungan, perbukitan, taman/kebun raya, pantai dan lain sebagainya.
- Shalat Jum’at berjamaah.Bagi sekolah yang memiliki fasilitas untuk menyelenggarakan shalat Jum’at berjamaah, bisa menjadikan aktivitas ibadah ini sebagai bagian dari program kegiatan esktrakurikuler. Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa tidak hanya sekedar menjalankan shalat secara berjamaah, tapi juga terlibat dalam penyelenggaraannya.
- Majalah dinding.Sebagai kegiatan ekstrakurikuler, majalah dinding memiliki dua fungsi, yaitu : “a). wahana informasi keislaman, b). pusat informasi kegiatan Islam baik internal sekolah maupun eksternal. Agar efektif, muatan informasi Islam dalam majalah dinding hendaknya yang singkat, padat, informatif, dan aktual. dan Masih banyak lagi jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan di sekolah tergantung kepada kebutuhan sekolah dan siswa.















