SDN PANDULANGAN

SDN PANDULANGAN
PAPAN INFORMASI

ADA BEBERAPA PERAN GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Unknown | 9:58:00 PM | 0 komentar
Guru merupakan suatu profesi yang selalu berkaitan dengan pendidikan anak-anak bangsa. Ia harus memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan serta menguasai bahan ajar yang terdapat dalam kurikulum untuk diajarkan kepada siswa. Sebagai seorang pendidik guru merupakanpanutan untuk ditiru dan diteladani oleh siswa baik dari sikap, perilaku, budi pekerti, berakhlak mulia, tekun dan mau belajar. Berharap agar membentuk kepribadian siswa di masa yang akandatang.
1. Guru sebagai pendidikSebagai seorang pendidik guru memiliki tugas untuk mengembangkan kepribadian dan membina budi pekerti serta memberikan pengarahan kepada siswa agar menjadi seorang anak yang berbudi luhur.
2. Guru sebagai pengajarMengajar yaitu memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa, melatih keterampilan, memberikan pedoman, bimbingan, merancang pengajaran, melaksanakan pembelajaran dan menilai aktivitaspembelajaran.
3. Guru sebagai fasilitatorTugas utama guru sebagai fasilitator adalah memotivasi siswa, menyediakan bahan pembelajaran, mendorong siswa untuk mencari bahan ajar, membimbing siswa dalam proses pembelajaran dan menggunakan ganjaran hukuman sebagai alat pendidikan.
4. Guru sebagai pelayananPelayanan disini berarti memberikan suatu kenyamanan terhadap siswa dalam belajar. Tugasguru sebagai pelayanan yaitu menyediakan fasilitas pembelajaran dari sekolah seperti ruangan, meja, kursi, papan tulis, alat peraga dan lainnya serta memberikan layanan sumber belajaragar siswa nyaman dan aman dalam belajar.
5. Guru sebagai perancangGuru sebagai perancang bertugas untuk menyusun program pengajaran dan pembelajaransesuai ajaran dalam kurikulum, menyusun rencana mengajar, menentukan strategi atau metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.
6. Guru sebagai pengelolaDalam perannya sebagai pengelola, guru bertugasuntuk melaksanakan adminitrasi kelas seperti mengisi buku presensi siswa, daftar nilai siswa, mengisi raport dan sebagainya. Bahkan guru harus memiliki rencana mengajar, program semesteran, program tahunan dan silabus serta melaksanakan presensi kelas, dan memilih strategi dan metode pembelajaran yang efektif.
7. Guru sebagai penilaiPenilaian adalah suatu kegiatan yang dilakukan setelah proses belajar guna untuk memberikan hasil belajar siswa tugas guru sebagai penilai yaitu menyusun tes dan instrumen penilaian, melaksanakan penilaian terhadap siswa secara objektif, mengadakan pembelajaran remedial dan mengadakan pengayaan dalam pembelajaran.

PROFIL DAN SEJARAH SINGKAT SDN PANDULANGAN

Unknown | 3:11:00 AM | 0 komentar
PETA SATELIT LETAK SEKOLAH SDN PANDULANGAN BERDASAR GOOGLE EART
SDN PANDULANGAN BERADA PADA POSISI
Lintang -2.4169
Bujur 115.2851


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
SDN PANDULANGAN
Informasi
JenisNegeri
Rentang kelasI,II,III,IV,V,VI
Alamat
Lokasi, HSU, Bendera Indonesia Indonesia
Moto
SDN PANDULANGAN, merupakan salah satu Sekolah DASAR Negeri yang ada di Kabupaten HULU SUNGAI UTARA, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Sama dengan SD pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SDN Pandulangan r ditempuh dalam waktu Enam tahun pelajaran, mulai dari Kelas 1 sampai Kelas 6. Sekolah ini memiliki karakteristik Sekolah Lingkungan sehingga menggunakan jargon Sekolah Hijau, 

Profil sekolah

 Nama SekolahSD NEGERI PANDULANGAN
Alamat SekolahJL.Danau Terati Desa Pandulangan
NSS/NPSN30302435
Status SekolahNegeri
BerdiriTahun 1983
Sertifikasi Mutu-
AkreditasiB

Kondisi sekolah

Letak SekolahPedesaan
Luas Tanah Seluruhnya 1458  m2
Luas Bangunan695 m2
Luas Lapangan OR- m2
Luas Halaman/Taman- m2
4 Luas Kebun- m2
Luas Hutan Sekolah- m2

Sejarah

SDN PANDULANGAN  menerima peserta didik baru kelas 1 untuk pertama kalinya pada tahun pelajaran 1982/1983. Panitia penerimaan peserta didik baru pada tahun pelajran tersebut dilaksanakan oleh Aparat desa dan Tenaga Pengajar yg diperbantukan di PANDULANGAN  sebagai sekolah pengampu. Pada tahun itu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada semester 1 dilaksanakan pada Pagi hari di SDN PANDULANGAN Bandar karena sekolah belum memiliki gedung sekolah, baru kemudian pada tanggal 9 Agustus 1984 di semester 2 sudah dapat masuk pagi dan menempati gedung baru yang beralamat di Jl Gerilia, desa Pandulangan kecamatan Banjang.
Namun Pada Tahun 2010 SDN Pandulangan di pindhakan kelokasi yang tidak jauh dari Desa Pandulangan, karena Lokasi Sekolah Asal adalah milik tanah Warga, dan warga ingin mengambil kembali tanah tersebut, maka pemerintah Daerah dan Dan Desa membeli Tanah baru untuk Pembangunan Sekolah Tersebut dan menjadi ASET Daerah Dan Desa bukan milik warga seperti sebelumnya

Kronologi kepejabatan kepala sekolah

Nama kepsekMenjabat
-1983  –  1998
Maskuni1999  –   2007
Zulkifli2007 –  2010
M.Noor.  2011
Hj.Salabiyah2011-2013
Hj.Usmawati,S.Pd2013 - Sekarang

ACARA KENAIKAN KELAS DAN PERPISAHAN

Unknown | 12:30:00 AM | 1komentar

Acara ini setiap Tahun dilaksanakan, yg diikuti oleh Siswa/siswi/orang Tua murid/Kepala Desa/Tokoh Masyarakat, Komite Sekolah, Dewan Guru, dan Juga Dari UPT PENDIDIKAN KECAMATAN BANJANG

KONDISI RUANGAN DAN PRASARANA YANG SANGAT MEMPERIHATINKAN

Unknown | 12:17:00 AM | 0 komentar

Kondisi ruangan yang sangat memperihatinkan ini disebabkan karena Prasaran yg sudah Sangat lama/bisa dikatakan kurang layak Pakai, selain itu lingkungan sekolah yg dekat dengan Pepohonan dan Perkebunan Masyarakat sehingga terkadang Binatang liar seperti Monyet Sering memasuki Ruangan sekolah disaat sekolah sedang libur bahkan disaat pembelajaran berlangsung.
SDN PANDULANGAN masih sangat minim sarana, Terutama Alat Peraga yg bisa dikatakan masih menggunakan alat peraga Lama, Bangku dan Kursi yg sebagian Rusak berat,Lapangan Sekolah yg tidak bisa digunakan baik Untuk Upacara Bendera/maupun olahraga, hal ini disebbkan Lahan yg dimiliki sering tergenang banjir.

STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SDN PANDULANGAN

Unknown | 11:39:00 PM | 0 komentar
ADAPUN STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH SAAT INI SEBAGAI BERIKUT

TAHUN 2016/2017
KEPALA SEKOLAH
Hj.Usmawati,S.Pd
          GURU KELAS 1                                                                                         GURU KELAS 2
         SURIATI,S.Pd                                                                                     SUGENG WIJAYA,S.Pd.i


           GURU KELAS 3                                                                                         GURU KELAS 4
  Hj.NETTA HERLINDA,S.Pd.SD                                                                       BAHRUNI,S.Pd.SD
   



         GURU KELAS 5                                                                                           GURU KELAS 6
         ATIKAH,S.Pd.SD                                                                                     NOVIA ARIEF,S.Pd



GURU OLAHRAGA
HERMAN FAUZI,A.Ma.Pendor

GURU BSB
SRI HELDA,S.Pd.SD

GURU PENGEMBANGAN DIRI
NOR ISPANDI,S.Pd.i

PSD SEKOLAH
ZAINAL

ADAPUN UNTUK TENAGA ADMINISTRASI
SUGENG WIJAYA,S.Pd.i

KEPALA PERPUTAKAAN
SRI HELDA,S.Pd.SD

KOMITE SEKOLAH
ABDURRAHMAN

Denah SDN Pandulangan

Unknown | 11:26:00 PM | 0 komentar

SDN PANDULANGAN MEMILIKI LUAS TANAH SELUAS 1456 M°
Adapun Ukuran setiap Ruang sebagai Rincian berikut ini :

RUANG KELAS 1 = 7x8 M / 56

RUANG KELAS 2 = 7x8 M / 56

RUANG KELAS 3 = 7x8 M / 56

RUANG KELAS 4 = 7x8 M / 56

RUANG KELAS 5 = 7x8 M / 56

RUANG KELAS 6 = 7x8 M / 56

Ruang Perpustakan = 7x7 M/49

Ruang Guru = 7x8 M/56

Untuk Dapur/Wc/Parkir = 6x6 M/56

Untuk Titian 1,6 x 160M = 288

Letak dan Posisi SDN PANDULANGAN BERADA AGAK JAUH DARI PINGGIR JALAN RAYA/UMUM, DIANTARA PEPOHONAN DAN SAWAH WARGA, WALAUPUN DEMIKIAN NAMUN AKSES JALAN MASIH BISA MENDUKUNG UNTUK KESEKOLAH, WALAUPUN TERKADANG SERING BANJIR, KARENA SERINGNYA BANJIR MAKA LAPANGAN OLAHRAGA UNTUK ANAK BERMAIN / BEROLAHRAGA SERING TIDAK BISA DIGUNAKAN.

LINGKUNGAN SEKOLAH

Unknown | 6:07:00 PM | 0 komentar





Pengertian Lingkungan Sekolah Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar dalam Lingkungan Sekolah

Pengertian Lingkungan Sekolah - Lingkungan diartikan sebagai kesatuan ruang suatu benda, daya, keadaan dan mahluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (Munib, 2005:76).



Pengertian Sekolah adalah wahana kegiatan dan proses pendidikan berlangsung. Di sekolah diadakan kegiatan pendidikan, pembelajaran dan latihan (Tu’u, 2004:18). Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran, dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu megembangkan potensinya baik yang menyangkut aspek moral, spiritual, intelektual, emosional maupun sosial (Syamsu Yusuf, 2001:54).

Sedangkan lingkungan pendidikan adalah berbagai faktor yang berpengaruh terhadap pendidikan atau berbagai lingkungan tempat berlangsungan proses pendidikan. Jadi lingkungan sekolah adalah kesatuan ruang dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan pengaruh pembentukan  sikap dan pengembangan potensi siswa.


Faktor-faktor dalam lingkungan sekolah
Menurut Slameto (2003:64) faktor-faktor sekolah yang mempengaruhi belajar mencakup :

a.    Metode mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar. Metode mengajar dapat mempengaruhi belajar siswa. Metode mengajar guru yang kurang baik akan mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Agar siswa dapat belajar dengan baik,maka metode mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien dan efektif mungkin.

b.    Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Kurikulum yang kurang baik akan berpengaruh tidak baik pula terhadap belajar.

c.    Relasi guru dengan siswa
Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Proses ini dipengaruhi oleh relasi didalam proses tersebut. Relasi guru dengan siswa baik,  membuat siswa akan menyukai gurunya, juga akan menyukai mata pelajaran yang diberikannya sehingga siswa berusaha mempelajari sebaik-baiknya.Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa dengan baik menyebabkan proses belajar-mengajar itu kurang lancar.

d.    Relasi siswa dengan siswa
Siswa yang mempunyai sifat kurang menyenangkan, rendah diri atau mengalami tekanan batin akan diasingkan dalam kelompoknya. Jika hal ini semakin parah, akan berakibat terganggunya belajar. Siswa tersebut akan malas untuk sekolah dengan berbagai macam alasan yang tidak-tidak. Jika terjadi demikian, siswa tersebut memerlukan bimbingan dan penyuluhan. Menciptakan relasi yang baik antar siswa akan memberikan pengaruh positif terhadap belajar siswa.

e.    Disiplin sekolah
Kedisiplinan sekolah erat kaitannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan belajar.Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar, pegawai sekolah dalam bekerja, kepala sekolah dalam mengelola sekolah, dan BP dalam memberikan layanan.
Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin membuat siswa disiplin pula. Dalam proses belajar, disiplin sangat dibutuhkan untuk mengembangkan motivasi yang kuat. Agar siswa belajar lebih maju, maka harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah dan lain-lain.
Pengertian Lingkungan Sekolah


f.    Alat pelajaran
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat pelajaran tersebut dipakai siswa untuk menerima bahan pelajaran dan dipakai guru waktu mengajar. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan mempercepat penerimaan bahan pelajaran. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, belajar akan lebih giat dan lebih maju. Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap sangat dibutuhkan guna memperlancar kegiatan  belajar-mengajar.

g.    Waktu sekolah
Waktu sekolah adalah waktu terjadinya proses belajar mengajar disekolah. Waktu sekolah akan mempengaruhi belajar siswa. Memilih waktu sekolah yang tepat akan memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar. Sekolah dipagi hari adalah adalah waktu yang paling tepat dimana pada saat itu pikiran masih segar dan kondisi jasmani masih baik.

Dari uraian di atas, indikator-indikator dalam lingkungan sekolah adalah :
  • disiplin sekolah
  • relasi guru dengan siswa 
  • relasi siswa dengan siswa
  • fasilitas sekolah

KEGIATAN KEAGAMAAN DI SEKOLAH DASAR SDN PANDULANGAN

Unknown | 11:41:00 PM | 0 komentar



Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang melaksanakan pendidikan dan pengajaran dengan sengaja, teratur, dan terencana.Dengan kata lain, sekolah sebagai institusi pendidikan yang formal menyelenggarakan pendidikan secara berencana, sengaja, terarah, dan sistematis oleh para guru profesional dengan program yang dituangkan ke dalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu dan diikuti oleh para peserta didik pada setiap jenjang pendidikan tertentu.
Sekolah melakukan pembinaan pendidikan untuk peserta didiknya didasarkan pada kepercayaan dan tuntutan lingkungan keluarga dan masyarakat yang tidak mampu atau tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan pendidikan di lingkungan masing-masing, oleh karena berbagai keterbatasan para orang tua anak.
Sebagai lembaga pendidikan formal, secara umum, sekolah memiliki tiga tanggung jawab yang mendasar, yaitu :
  1. Tanggung jawab formal, di mana kelembagaan formal kependidikan sesuai dengan fungsi, tugas, dan tujuan yang hendak dicapainya. Misalnya, pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah. Demikian pula pendidikan menengah, diselenggarakan untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar serta menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja.
  2. Tanggung jawab keilmuan, yaitu tanggung jawab berdasarkan bentuk, isi dan tujuan, serta tingkat pendidikan yang dipercayakan masyarakat kepadanya.
  3. Tanggung jawab fungsional, yaitu bentuk tanggung jawab yang diterima sebagai pengelola fungsional dalam melaksanakan pendidikan oleh para pendidik yang diserahi kepercayaan dan tanggung jawab melaksanakannya berdasarkan ketentuan yang berlaku sebagai pelimpahan wewenang dan kepercayaan serta tanggung jawab yang diberikan oleh orang tua peserta didik. Pelaksanaan tugas tanggung jawab yang dilakukan oleh para pendidik profesional ini didasarkan atas program yang telah terstruktur yang tertuang dalam kurikulum.
Sekolah dituntut untuk mampu menjalankan tiga bentuk tanggung jawab tersebut secara optimal. Untuk itu, pada umumnya, sekolah tidak membatasi tanggung jawab formal kependidikan dengan sekedar menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara rutin, tapi juga berupaya mengembangkan keterampilan siswa melalui kegiatan-kegiatan terprogram lainnya, dengan tujuan agar hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi lebih maksimal.
Di antara kegiatan-kegiatan terprogram yang diselenggarakan oleh sekolah dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswanya adalah program kegiatan ekstrakurikuler, baik yang sama sekali tidak terkait dengan mata pelajaran maupun yang masih memiliki kaitan dengan mata pelajaran tertentu. Program kegiatan ekstrakurikuler pada mata pelajaran tertentu yang diselenggarakan sekolah lebih sering untuk mata pelajaran ilmu-ilmu eksakta dan bahasa, seperti matematika, fisika, kimia, dan bahasa Inggris. Sementara, mata pelajaran lain sering diabaikan termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Padahal, bidang studi Pendidikan Agama Islam sangat penting bagi siswa serta wujud pelaksanaan tanggung jawab sekolah terhadap orang tua yang mempercayakan penanaman nilai-nilai agama anak kepada sekolah, terlebih alokasi waktu untuk bidang studi Pendidikan Agama Islam yang sangat minim, yaitu hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu atau ± 90 menit dalam seminggu.

A. Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam.
1). Program.
Program artinya adalah “rancangan mengenai asas-asas serta usaha-usaha (dalam ketatanegaraan, ekonomi, dan sebagainya) yang akan dijalankan.Sedangkan istilah program dalam kaitannya dengan dunia pendidikan (akademik) adalah “program dalam sistem persekolahan yang hanya mempersiapkan sejumlah mata pelajaran yang diperuntukkan bagi siswa
2). Kegiatan Ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah “kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum.
3). Pendidikan Agama Islam.
Pendidikan Agama Islam “merupakan istilah yang menunjuk pada operasional dalam usaha pendidikan ajaran-ajaran agama Islam dan merupakan sub sistem pendidikan Islam.Dengan kata lain lain, Pendidikan Agama Islam adalah aplikasi pendidikan agama Islam dalam pembelajaran di sekolah, baik dalam bentuk kegiatan belajar mengajar ataupun kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan Islam. Maka yang dimaksud dengan Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran agama Islam melalui bidang studi Pendidikan Agama Islam.
Dari pengertian di atas, dapat dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan program kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini adalah rancangan atau usaha-usaha yang dijalankan dalam bentuk kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, baik dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam.
Manfaat dan Prinsip-Prinsip Program Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah, tentunya membawa manfaat, baik bagi siswa, sekolah, pendidikan, maupun bagi masyarakat luas. Secara terinci manfaat kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut :
1. Manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa :
  • Untuk memberikan kesempatan bagi pemantapan ketertarikan yang telah tertanam serta pembangunan ketertarikan yang baru.
  • Untuk memeberikan pendidikan sosial melalui pengalaman dan pengamatan, terutama dalam hal perilaku kepemimpinan, persahabatan, kerjasama, dan kemandirian.
  • Untuk membangun semangat dan mentalitas bersekolah.
  • Untuk memberikan kepuasan bagi perkembangan jiwa anak atau pemuda.
  • Untuk mendorong pembangunan jiwa dan moralitas.
  • Untuk menguatkan kekuatan mental dan jiwa siswa.
  • Untuk memberikan kesempatan bergaul bagi siswa.
  • Untuk memperluas interaksi siswa.
  • Untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam melatih kapasitas kreativitas mereka lebih mendalam.
  • Manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi pengembangan kurikulum :
  • Untuk memberikan tambahan pengayaan pengalaman di kelas.
  • Untuk mengeksplorasi pengalaman belajar yang baru yang mungkin menunjung kurikulum.
  • Untuk memberikan tambahan kesempatan dalam bimbingan kelompok ataupun individu.
  • Untuk memberikan motivasi dalam proses pembelajaran di kelas.
2. Manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi masyarakat :
  • Untuk mempromosikan sekolah yang lebih baik dan hubungan masyarakat.
  • Untuk meningkatkan ketertarikan yang besar pada masyarakat dan dorongan mereka kepada sekolah.
3. Manfaat kegiatan ekstrakurikuler bagi sekolah :
  • Untuk membantu perkembangan kerjasama kelompok yang lebih efektif antara personel dan penanggung jawab akademis siswa.
  • Untuk mengintegrasikan lebih dekat beberapa devisi di sekolah.
  • Untuk menyediakan sedikit peluang yang dirancang untuk membantu siswa dalam memanfaatkan situasi guna memecahkan masalah yang dihadapi.
Prinsip-Prinsip Program Ekstrakurikuler
Dengan berpedoman kepada tujuan dan maksud kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat ditetapkan prinsip-prinsip program ektrakurikuler. Menurut Oteng Sutisna dalam bukunya Administrasi Pendidikan : Dasar Teoritika Untuk Praktek Profesional prinsip program ekstrakurikuler adalah :
  • Semua murid, guru, dan personel administrasi hendaknya ikut serta dalam usaha meningkatkan program.
  • Kerjasama dalam tim adalah fundamental.
  • Pembatasan-pembatasan untuk partisipasi hendaknya dihindarkan.
  • Proses adalah lebih penting daripada hasil.
  • Program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang dapat memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa.
  • Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.
  • Program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-nilai pendidikan di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya.
  • Kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber-sumber motivasi yang kaya bagi pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan murid.
  • Kegiatan ekstrakurikuler ini hendaknya dipandang sebagai integral dari kesekuruhan program pendidikan di sekolah, tidak sekedar tambahan atau sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.
Dalam usaha membina dan mengembangkan pogram ekstrakurikuler ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu diantaranya sebagai berikut :
  1. Materi kegiatan yang dapat memberikan pengayaan bagi siswa.
  2. Sejauh mana mungkin tidak terlalu membebani siswa.
  3. Memanfaatkan potensi alam lingkungan.
  4. Memanfaatkan kegiatan-kegiatan industri dan dunia usaha.
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah akan memberikan banyak manfaat tidak hanya terhadap siswa tetapi juga bagi efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah, seperti yang telah penulis kemukakan di atas.
Begitu banyak fungsi dan makna kegiatan ekstrakurikuler dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Hal ini akan terwujud, manakala pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan sebaik-baiknya khususnya pengaturan siswa, peningkatan disiplin siswa dan semua petugas. Biasanya mengatur siswa di luar jam-jam pelajaran lebih sulit dari mengatur mereka di dalam kelas. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler melibatkan banyak pihak, memerlukan peningkatan administrasi yang lebih tinggi.Dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler guru terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Keterlibatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengarahan dan pembinaan juga menjaga agar kegiatan tersebut tidak mengganggu atau merugikan aktivitas akademis. Yang dimaksud dengan pembina ekstrakurikuler adalah guru atau petugas khusus yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk membina kegiatan ekstrakurikuler
Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang prinsipil antara kegiatan ekstrakurikuler pendidikan agama Islam dengan kegiatan ekstrakurikuler pada umumnya, baik tujuan, manfaat, prinsip, dan lain sebagainya. Perbedaan yang ada hanya pada orientasi pelaksanaannya kepada ajaran agama Islam serta dalam jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan.
Sejalan dengan pengertian yang dikemukakan oleh Departemen Pendidikan Nasional tentang kegiatan ekstrakurikuler dapatlah didefinisikan kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam sebagai kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari oleh siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam.
Dengan demikian, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan sekolah bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan kurikuler Pendidikan Agama Islam yang mencakup 7 pokok bahan pelajaran, yaitu:
a. Keimanan.
b. Ibadah.
c. Al Qur'an.
d. Akhlak.
e. Muamalah.
f. Syariah.g. tarikh
Adapun jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam di sekolah adalah sebagai berikut :
  1. Kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki kaitan dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam. Dalam hal ini, kegiatan ekstrakurikuler tersebut diarahkan kepada kegiatan pengayaan dan penguatan terhadap materi-materi pembahasan dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam, seperti program kegiatan ekstrakurikuler membaca al-Qur’an (kursus membaca al-Qur’an). Kegiatan ini sangat penting “mengingat kemampuan membaca al-Qur’an merupakan langkah awal pendalaman dan pengakraban Islam lebih lanjut
  2. Kegiatan ekstrakurikuler yang tidak memiliki kaitan dengan bidang studi Pendidikan Agama Islam. Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut dapat berupa:
  • Kesenian, Kesenian sebagai kegiatan ekstrakurikuler Pendidiakn Agama Islam bisa berupa seni baca al-Qur’an, qasidah, kaligrafi, dan sebagainya. Di samping memberikan keterampilan kepada siswa, seni seperti dinyatakan oleh Wardi Bachtiar, bisa membangun sesuatu perasaan keagamaan atau mengganti perasaan yang telah melekat dengan perasaan yang baru.
  • Pesantren Kilat, Pesantren kilat adalah “kajian dasar Islam dalam jangka waktu tertentu antara 2-5 hari tergatung situasi dankondisi. Kegiatan ini dapat diadakan di dalam atau di luar kota asalkan situasinya tenang, cukup luas, dapat menginap dan fasilitas memadai”.
  • Tafakur Alam, Tafakur alam adalah “kegiatan yang bertujuan untuk menyegarkan kembali jiwa yang penat sambil menghayati kebesaran penciptaan Allah s.w.t. dan menguatkan ukhuwah. Biasanya berlangsung 1-3 hari dan diadakan di luar kota: pegunungan, perbukitan, taman/kebun raya, pantai dan lain sebagainya.
  • Shalat Jum’at berjamaah.Bagi sekolah yang memiliki fasilitas untuk menyelenggarakan shalat Jum’at berjamaah, bisa menjadikan aktivitas ibadah ini sebagai bagian dari program kegiatan esktrakurikuler. Dalam kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa tidak hanya sekedar menjalankan shalat secara berjamaah, tapi juga terlibat dalam penyelenggaraannya.
  • Majalah dinding.Sebagai kegiatan ekstrakurikuler, majalah dinding memiliki dua fungsi, yaitu : “a). wahana informasi keislaman, b). pusat informasi kegiatan Islam baik internal sekolah maupun eksternal. Agar efektif, muatan informasi Islam dalam majalah dinding hendaknya yang singkat, padat, informatif, dan aktual. dan Masih banyak lagi jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diselenggarakan di sekolah tergantung kepada kebutuhan sekolah dan siswa.

BANGUAN SEKOLAH SDN PANDULANGAN

Unknown | 11:35:00 PM | 0 komentar







Sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru.[1]
Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.[2]
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.[3]
Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, di mana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas.
Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain. Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan.

Berita Nasional

SEPUTAR SEPAKBOLA

INFORMASI PNS

Berita Borneo

Contact Form

Name

Email *

Message *

 
Support : Creating Website | Sugeng Wijaya Template | Kepengen Belajar
Copyright © 2011. SDN PANDULANGAN - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger